PEMAHAMAN DAN LANGKAH-LANGKAH DALAM MEMBACA KRITIS
  • Tanggal : 05 Maret 2020
Pendahuluan Kemampuan membaca peserta didik saat ini terbilang rendah. Sedangkan membaca menjadi bagian yag paling penting dalam proses belajar mengajar. Membaca adalah salah satu kegiatan berbahasa, dengan kata lain membaca menjadi salah satu syarat mutlak untuk belajar. Permasalahannya adalah membaca merupakan kegiatan yang sulit dilakukan dan membosankan, banyak orang suka membaca tetapi sulit memahami isi bacaan atau tidak memahami kebenaran informasi yang dibaca, karena tidak mengetahui teknik membaca yang efektif. Bahan bacaan tidak hanya sekedar dibaca tetapi juga dapat dikritisi sehingga diperlukan teknik membaca kritis. Membaca kritis sangat relevan dengan proses belajar peserta didik Membaca kritis atau membaca dengan cara menilai bahan yang tersedia dengan memperhatikan ketelitian dan pemahaman sangat relevan dengan proses belajar peserta didik yang dituntut untuk menambah wawasan dan mengambangkan ilmu. Hakikatnya membaca kritis merupakan kegiatan belajar yang penting dan wajib dikuasai oleh peserta didik. Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca kritis dengan menggunakan langkah awal yakni menjelaskan pengertian membaca kritis hingga mampu melakukan membaca kritis melalui langkah-langkah yang telah dipahami. Agustina (2008) menyatakan bahwa membaca kritis adalah membaca yang bertujuan untuk mengetahui fakta-fakta yang terdapat dalam bacaan kemudian memberikan penilaian terhadap fakta itu. Pembaca tidak hanya sekedar menyerap masalah yang ada, tetapi ia bersama-sama penulis berpikir tentang masalah yang dibahas. Soedarsosno (1994) menyebutkan,“membaca kritis adalah cara membaca dengan melihat motif penulis dan menilainya”. Dalam hal ini peserta didik tidak hanya membaca memahami, tetapi mampu menilai dan menganalisis bahan bacaan yang dibaca. Membaca harus ada interaksi penulis dengan pembaca yang saling mempengaruhi sehingga terbentuk pengertian baru. Hal tersebut dapat dikatakan sebaga membaca kritis. Dalam membaca kritis pembaca harus terbuka terhadap gagasan orang lain. Pembaca harus mengikuti pikiran penulis secara tepat, akurat dan kritis. Akurat artinya dalam hubungan relevansi, membedakan yang relevan dan yang tidak relevan atau tidak benar. Kritis berarti menerima pikiran penulis dengan dasar yang baik, logis, benar atau menurut realitas. Karena dalam membaca kritis membaca akan menganalisis, membandingkan, dan menilai. Tujuan membaca kritis secara umum menurut Sumardyono dan Ashari (2010), yaitu pertama, mengetahui tujuan penulis membuat tulisan, kedua memahami bagian-bagian yang diyakinkan dan yang ditekankan oleh penulis, dan ketiga mendapatkan bagian-bagain mana penulis mendapatkan bias (penyimpangan dari maksud sebenarnya). Langkah-langkah dalam Membaca Kritis Menurut Soedarsono (1994), proses membaca kritis dapat dilakukan dengan mengerti isi bacaan berupa ide pokok, fakta, dan detail penting, dan dapat membuat kesimpulan dan interpretasi dan ide-ide itu; menguji sumber penulis; adanya interaksi antara penulis dan pembaca: tidak hanya mengerti maksud penulis tetapi harus membandingkan dengan pengetahuan yang dimiliki, serta dari penulis lainnya; serta menerima atau menolak, mempercayai, mencurigai, meragukan, mempertanyakan, atau tidak pecaya. Ada pula penjelasan lainnya mengenai langkah-langkah membaca kritis, yaitu sebagai berikut. 1. Memahami isi bacaan secara cepat adalah dengan menganalisis pokok pikiran setiap alinea/paragraf. Secara umum setiap alinea/paragraf memiliki pikiran utama sebagai pokok bahasan dalam alinea tersebut. Apabila pembaca dapat mengenali pikiran utama dan alinea yang dibaca, maka pada hakekatnya sudah dapat memahami maksud bacaan. 2. Menangkap makna pesan yang terkandung dalam bacaan. Maka pesan adalah inti dari informasi yang disampaikan oleh penulis kepada pembaca. Misal caranya adalah dengan mengenali kata-kata operasional (sering disebut dengan “predikat” pada pola kalimat SPO – Subjek Predikat Objek) pada pikiran utama. 3. Meyakini atau menyangkal kebenaran isi bacaan, merupakan langkah yang paling sulit dari membaca kritis, karena pembaca harus mempunyai banyak informasi pendukung, mengetahui teknik-teknik mengutip, dapat melakukan kegiatan universal, dan validasi informasi. 4. Sangat mungkin informai yang diperoleh benar adanya, akan tetapi kurang lengkap. Terhadap informasi seperti ini pembaca harus mencoba mencari informasi kelengkapannya. Seandainya ternyata tidak ditemukan maka sebaiknya tidak digunakan. 5. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencari kelengkapan informasi adalah dengan melacak sumber asli (primer) Dari penjelasan langkah-langkah membaca kritis maka perlu adanya pemahaman dan kemampuan seseorang dalam menilai suatu bacaan. Langkah-langkah tersebut tentu saja membantu seseorang untuk melakukan kegiatan membaca kritis dengan baik dan sistematis. Oleh karena itu benar adanya jika langkah-langkah tersebut diperlukan guna sebagai acuan dalam mempermudah memahami dan atau melakukan kegiatan mebaca kritis. Penutup Berdasarkan hasil pemaparan tentang pemahaman dan langkah-langkah dalam membaca kritis tersebut di atas, yakni membaca kritis adalah suatu kegiatan membaca yang di dalamnya tidak hanya memahami isi bacaan tetapi mampu membaca secara analisis atau menilai bahan bacaan yang dibaca. Selain itu, membaca kritis sangat relevan dengan proses belajar peserta didik yang dituntut untuk menambah wawasan dan mengembangkan ilmu. Ada pun langkah-langkah membaca kritis dapat menjadi acuan dan mempermudah melakukan kegiatan membaca kritis. Referensi: Agustina. 2008. Pembelajarn Keterampilan Membca. Padang: Unp Press. Soedarsono. 1994. Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Gramedia Pustaka Utama. Sumardyono dan Ashari S. 2010. Kajian Kritis dalam Pembelajaran Matematika. Yogyakarta (ppppkt) Matematika Sutarno, Emam A. Rahman. 1986. Kemampuan Berbahasa Indonesia: Untuk Perguruan tinggi. Jakarta: PT Hikmat Syahid Indah.
ARTIKEL TERBARU